kukar





  Last Updates :

TENGGARONG - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sumarlan merasa prihatin banyak pemuda yang memilih kerja serabutan yang ada di perkotaan, alangkah baiknya untuk kembali ke desa dan mengambil profesi sebagai petani. Marlan menilai profesi petani merupakan pekerjaan yang membanggakan dan menguntungkan. “Banyak pemuda dari desa migrasi ke kota, tidak punya pekerjaan, hanya mengandalkan kerja serabutan saja, lebih bagus jika mereka bisa pulang ke kampong untuk bertani. Pemuda jangan malu jadi petani,”kata Marlan. Menjadi petani sama saja membangun pangan, lumbung pangan ada didesa-desa, membangun pangan sama saja membangun desa, saat ini kukar masih krisis petani muda, petani yang ada sekarang merupakan genarasi tua. “Dari total penduduk Kukar, sebesar 55 persen berprofesi dibidang pertanian dalam arti luas, ada yang beternak, menanam sayuran dan buah, menanam padi serta komoditas lainnya,”paparnya. Marlan menambahkan, profesi petani merupakan profesi yang menjanjikan karena selalu menguntungkan, yang harus diperhatikan hanya diperlukan inovasi membangun pangan, seperti yang biasa setahun dua kali tanam diubah menjadi tiga kali tanam, serta memilah komoditas pangan yang paling banyak dicari pangsa pasar. “Petani tidak ada yang rugi, yang rugi kalau menanam di lahan yang kecil, kalau menanam di lahan yang luas minimal 1-2 hektare maka pasti selalu untung, jika tidak untung, kenapa generasi petani tua mampu bertahan berpuluh-puluh tahun bertani,”tegasnya. Marlan bercerita, sudah merencanakan jika pensiun sebagai ASN, maka akan terjun ke ladang dan bertani, karena pekerjaan petani suatu yang mengasyikan. Luas lahan pertanian Kukar mencapai 24.000 Ha tapi Kukar sudah dikenal sebagai lumbung pangan Kaltim. “Jangan bosan menjadi petani, kalau saya pensiun mau bertani saja, karena ciri kehidupan itu adanya pangan, semua masyarakat dunia hanya ingin mengejar pangan, air bersih dan energi untuk kehidupan,”pungkasnya. korankaltim.com